Persahabatan tersakiti


ku yang rapuhnya
tertimpakan setiap bebannya perasaan
tinggalkan puing berserakan
tak ada lagi harapannya
ku menghancur kini
telah musnahlah kepercayaan
telah terenggutkan semuanya kebahagiaan
menyisakan sisa nasibnya yang menyedihkan
nasibnya yang menujukan terhadap hancurnya
Kejujuran aku disalah artikan
kepercayaan aku dibalas penghianatan
apalah ini balasan sebuah persahabatan
ataupun ini karma disetiap kesalahan
Tak lagi bersahabat
hanyalah air mataku yang rutin mengisi hari aku
telah lelah aku menjalani nasib
tetapi matiku bukanlah opsiku
hanya pelarian yang tidak pasti #Kutipan post

Advertisements

Kamu.. 

Kamu adalah sebuah kerinduan

Kerinduan yang sedang Tuhan titipkan

Kamu.. 

Kamu adalah sebuah alasan 

Alasan mengapa sebuah bahagia tercipta

Kamu..

Kamu adalah pelangi.

Pelangi yang selalu datang ketika badai kehidupan menyapa

Dan kamu itu..

Adalah kamu ku

Terimakasih untuk segala tenang yang selalu engkau berikan. 

Aku tahu engkau merasa kesal dengan semua rencana kita yang berantakan. 

Bukan niat hati mengundur sebuah temu. 

Namun engkau harus mengerti terkadang, waktu tak selalu bersahabat dengan kita. 

Berdoa saja semoga rindu segera bertemu sehingga tidak menjadikannya terbelenggu. 

Sepertinya kamu sedang hobi sekali memakan ego sendirian.. 

Tidak bisa memahami peribadi seseorang yang sudah lama seperti ini. 

Kamu seolah menuntut diriku untuk sempurna.. Maaf aku tidak punya kesempurnaan hanya manusia biasa yang kadang dalam seharipun melakukan kesalahan berkali-kali.. 

Kerinduanku. Aku menyayangimu tanpa syarat apapun. Aku ingin kita tetap dalam jalan yang sama tanpa berpikir untuk mengambil jalan yang berbeda. 

Bersama mu bahagia itu berada. Kesalahan bukan diriku yang meminta jika bisa aku kendalikan rasanya kesalahan sekecil apapun tidak ingin aku lakukan. 

Mungkin sekarang kamu sudah mulai acuh tak acuh. Aku mengerti, kerinduanku jika kamu temukan bahagia bersama ku tetaplah berada disampingku. Jika memang hanya luka yang kamu dapatkan aku memohon maaf, tolong ajari aku bagaimana dan harus seperti apa agar tidak selalu melakukan kesalahan dimatamu. 

Aku menyayangimu : (

Selasa, 20 Maret 2018.

Ketika hati dan pikiran dipaksa untuk mengingat tentang mimpi semalam, namun sulit untuk diinget. 

Dan tanpa sadar ketika hati dan pikiran ini mulai kosong dan terbawa suasana keheningan, tanpa diminta ingatan mimpi itu begitu jelas di kelopak mata. 

Tentang mimpi, semua orang bebas menanggapinya dengan hal apapun. 

Untuk kali ini untuk mimpi ini tentang siapa dia yang aku mimpikan, hanya satu kata yang mampu aku maknai dari mimpi ini. Yaitu kerinduan yang begitu mendalam sehingga dengan rencananya Tuhan menghadirkan mu dalam mimpi ku.

Jarak yang mulai membentang di antara kita, sebuah kesibukan yang mulai kita jadikan alasan untuk setiap pertemuan entah itu benar atau hanya bentuk penolakan sederhana. 

Bagaimanapun raga kita pernah bersama, bagaimanapun kita saling acuh tak acuh berusaha saling tak peduli, semuanya itu hanya hiburan untuk kita membohongi diri kita sendiri. 

Tuhan tau kita saling membutuhkan hanya kita terlalu egois untuk mengakuinya. 

Teruntukmu.. 

Omong Kosong di Kepala.
Setiap kali terbesit pikirin merasa lebih hebat dari orang lain, aku selalu ingin menceramahi diriku habis-habisan.
Belum apa-apa, sudah merasa besar kepala duluan. Mau jadi apa kamu? Baru bisa mengeluarkan sebatas ide dikepala saja, baru gagasan saja, sudah merasa lebih hebat dari orang-orang yang sudah bekerja. Apa tidak malu pada telingamu yang aneh itu, atau matamu yang bahkan tak pernah dilirik oleh gebetanmu dulu? Apa kamu yakin, gagasanmu itu jauh lebih penting dari perbuatan yang sudah dilakukan orang lain?
Jangan bermental kerdil begitulah: terlalu cepat merasa besar padahal bukan siapa-siapa. Dipandang saja tidak. Apalagi dikenal. Toh, yang diperbuat juga sebatas lingkaran piring sendiri. Eh, uang kost kadang juga masih nunggak. Mau jadi legenda? Ah, tugas-tugas ringan saja masih serring telat kau selesaikan. Sok-sok an mau ngalahin orang lain yang memiliki banyak pencapaian?
Janganlah, menyamarkan dengki dengan cara yang rendahan. Mengurangi apreasiasi pada hal-hal yang memang seharusnya diakui. Kau tidak akan kemana-mana. Kalau mentalmu, cuma sebatas omong kosong dalam kepalamu saja. Gagasan besarmu –sebesar bumi sekali pun– tak ada gunanya jika tak ada hasil nyata.
Berhentilah, bersikap seolah kau sudah besar. Padahal, dari dekat saja kau tak terlihat. Sering merasa besar tanpa tindakan itu hanya mental orang-orang kecil yang tak bisa apa-apa sebrenarnya.
Tulisan itu harus kubaca berkali-kali. Agar aku selalu ingat siapa diri ini. Agar aku lebih suka menuntaskan kerja, dari pada omong kosong dengan gagasan-gagasan di kepala yang tak pernah jadi nyata. 
–boycandra

Hari itu bahagia ku harus terbagi karena dukanya.. 

Semua hancur hal yang sudah aku susun rapih dan berharap hari itu aku bisa kembali mengulang rasa bahagia bersamanya. 

Memang terjadi, rautan wajah bahagia pun aku lihat disetiap senyuman dan tawanya. 

Namun rasa ku saat itu sebagian merasa duka yang memopong rasa keganjalan karena pergi tanpa rasa bersalah. 

Dilain tempat jiwaku sedang merasakan dukanya… 

Jika aku tau apa yang akan terjadi di hari itu, mungkin semuanya bisa diubah. 

Namun terlalu sulit aku tidak ingin lagi-lagi membuat nya kembali kecewa karena janji yang sudah aku ingkari di hari lalu. 

Jiwa seperti terbelah dua, memaksa untuk bahagia dan memaksa untuk berduka. 

Sulit, namun itu yang terjadi, Lagi-lagi aku menyembunyikan semuanya. 

Jiwa ini butuh istirahat dari semua yang membuatnya rapuh butuh sendiri sekedar untuk menenangkan diri dari semua hal yang selalu mereka inginkan. 

Terkadang rasa sabar ini mengajak ku untuk berhenti dan bepikir untuk berjalan menuju jalan yang berbeda,. 

Tapi terkadang semua terhalang oleh keinginan yang kuat untuk bertahan dan mempertahankan yang sudah dipegang,. 

Dan selalu tersadar bahwa semua ini hanya ujian Tuhan dalam sebuah perjalanan menuju mencapaiian yang maksimal,.

Dimana semua pengorbanan dan kepahitan berakhir dalam senyum kebahagiaan,. 

Teruntuk kamu berpikir lah hal yang baik-baik tentang diriku,.

Jangan pernah kamu ucap kata perpisahan karena tak akan ada yang baik-baik saja setelah itu,. 

Seburuk apapun kita sekarang, percaya saja Tuhan sudah punya rencana yang baik jika kita selalu memintanya,. 

Bantu aku merayu Tuhan agar kita selalu disatukan dalam sebuah ikatan tanpa berpikir untuk meninggalkan,. 

Ibu aku rindu ayah.. 

Aku rindu menjadi si bungsu mu, aku rindu menjadi orang yang selalu kau tanyakan ketika aku tak ada dirumah, aku rindu sapaan super super cuek mu. 

Entah pagi ini aku merasa sangat rindu kepadamu. 

Ibu menjadi sangat rapuhterpuruk pergianmu, sangat jarang aku liat ibu senyum manis tanpa beban. Walaupun dia tak pernah menunjukkan namun aku tau. 

Semua berubah setelah kepergianmu. Rumah menjadi sepi seperti tak berpenghuni saat saat seketika aku pulang. 

Kebersamaan pun mulai memudar seperti ada yang menghalangi diantara kita. Atau hanya perasaan ku karena masih belum bisa menerima kenyataan. 

Aku menyesal pernah membuat goresan luka dihatimu, aku menyesal tak pernah sedekat orang-orang yang selalu menceritakan sosok ayah-ayah mereka. 

Kepergian mu seperti hantaman ombak yang tak bisa aku hindari, aku ingin seperti karang namun rasanya sulit. 

Yang aku tau aku rapuh setelah kejadian itu, rasanya aku hanya ingin berdiam diri tanpa melakukan apapun. 

Tak ingin berada dalam keramaian orang-orang, namun hidup tetap berjalan aku tidak boleh terpuruk dalam keadaan yang sama sekali tak aku inginkan. Tapi kenyataan terlalu menyakitkan

Sampai sekarang pun jika kejujuran harus diucapkan aku masih saja berkabu dalam situasi yang benar-benar menyebalkan. 

Sekalipun mentari sudah datang namun hari hari ku selalu sepi seperti kesunyian malam, lagi-lagi bayangan dirimu terlintas di benakku. 

Apa kabar kesayangan ku. Lama tak bertemu lama tak tegur sapa. Lama tak bercanda bersama. 

Aku rindu, hanya aku terlalu malu untuk menyapa dahulu. 

Aku selalu mengingat semua kenangan bersama mu. Aku menyayangimu.