Persahabatan tersakiti


ku yang rapuhnya
tertimpakan setiap bebannya perasaan
tinggalkan puing berserakan
tak ada lagi harapannya
ku menghancur kini
telah musnahlah kepercayaan
telah terenggutkan semuanya kebahagiaan
menyisakan sisa nasibnya yang menyedihkan
nasibnya yang menujukan terhadap hancurnya
Kejujuran aku disalah artikan
kepercayaan aku dibalas penghianatan
apalah ini balasan sebuah persahabatan
ataupun ini karma disetiap kesalahan
Tak lagi bersahabat
hanyalah air mataku yang rutin mengisi hari aku
telah lelah aku menjalani nasib
tetapi matiku bukanlah opsiku
hanya pelarian yang tidak pasti #Kutipan post

Advertisements

Banyak pertanyaan yang tak bisa aku jawab, perihal sebuah perubahan. Ada hati yang teriris iris perih ada luka yang tak berdarah ketika melihat mereka bersama. 

Ada suara jeritan didalam hati yang tak bisa aku keluarkan, dia terlalu dalam dan sudah terlalu rapuh untuk di ungkapkan. 

Kadang aku terdiam hanya untuk sedikit merenung, mengapa harus ada, harus ada sebuah rasa peduli dihati. 

Kini aku harus menanggung semua kepedihan dihati, menahan derasnya air mata yang ingin keluar, dengan sebuah senyuman ketika melihatnya bersama. 

Sudah terlalu sering aku menyadarkan diri, namun selalu kalah dengan pengharapan. 

Dia sudah miliknya, tak pantas jika aku menyukainya. Tak pantas jika rasa ini masih saja aku simpan hanya untuk kembali merasakan kepedihan. 

Sebodoh itukah seseorang karena sebuah kata cinta ? 

Akun ingin rasa ini segera pergi hilang dan tak lagi peduli, hati sudah terlalu sakit jika terus-menerus seperti ini, aku ingin kembali, kembali pada rasa sebagai teman bukan rasa lebih dari teman. 

Ditahun yang baru semoga kamu lekas pergi dari semua ingat ku. Aku ingin membuang semua rasa aku ingin kembali pada pengharapan, pengharapan kepada Tuhan agar mendapat seseorang yang baru yang bisa menghilangkan semua kepedihan. 

Tak pernah lepas kau dalam ingatanku

Tak pernah bisa aku melupakanmu
Ku jatuh cinta pada orang yang salah
Kau kekasih sahabatku

Rinduku ini bagaikan di ujung hati
CInta ini bagai ilusi yang tak bertepi

Cinta mengapa singgah di hatiku
Kau salah memilih tempat dan waktu
Tak tahan aku menahan rasa
Aku tersiksa

Cinta galau aku menimbang
Rasa aku atau sahabatku
Pantaskah ku abaikan
Hati yang menangis menginginkanmu

Tak pernah lepas kau dalam ingatanku
Tak pernah bisa aku melupakanmu
Ku jatuh cinta pada orang yang salah
Kau kekasih sahabatku

Rinduku ini bagaikan di ujung hati
CInta ini bagai ilusi yang tak bertepi

Cinta mengapa singgah di hatiku
Kau salah memilih tempat dan waktu
Tak tahan aku menahan rasa
Aku tersiksa



22 Desember

Surga yang mungkin pernah terluka,. 

Ibu maaf untuk semua perlakuan yang tak mengenakan untuk semua perkataan yang mungkin meninggalkan luka dihati. 
Aku mencintaimu ibu. Belum sedikitpun aku membuat mu bangga, membuat mu tersenyum bahagia karena perlakuan ku.

Kini hanya ibu yang aku punya didunia ini, hanya ibu yang menjadi penyemangat didalam setiap langkah perjalanan hidup, hanya ibu alasan aku selalu tersenyum, alasan aku untuk segala hal.

Karena ibu adalah tempat aku kembali, kembali dari hari yang melelahkan hari yang membuat ku merasa enggan melangkah namun semua hilang hanya karena mengingat betapa besarnya pengorbanan ibu untukku. 

Aku tau hari-hari yang kau lalui tak semudah yang terlihat dipeluk mata. 

Aku tau kau menyembunyikan semua rasa lelah dibalik senyuman itu. 

Aku tau,. Namun enggan untuk menanyakan aku terlalu takut, takut melihat air mata surga itu membasahi pipi yang sudah semakin keriput itu. 

Tentang mu sungguh tak bisa aku jelaskan terlalu banyak pengorbanan mu, yang aku tau aku mencintaimu .. Maafkan jika ada hal yang melukai hatimu karena perlakuan ku. 

Pelukis rindu

Mungkin mentari sedang sendu, tapi kemana pelukis langit rindu ku? 

Bukankah di setiap saat kita beranjak pulang aku selalu menggenggam tangannya begitu erat ? Agar aku tak kehilangan kenangan penting dalam hidup, alih-alih takut kenangan yang hilang. 

Percayalah aku lebih takut kau yang hilang. Bercanda dalam dusta sementara hati dan rindu tak lagi mampu berkata. 

Pahamilah, kesulitan jiwaku untuk memecah rindu yang kau silangkan bersamanya mendekap, dalam hari berlembar hari semakin terlihat jelas aku sudah menjadi bagian kesekian setelahnya. 

Aku percaya pelukis langit rindu ku tidak pergi seutuhnya saat sepekan lalu ia seperti mengabaikanku. 

Coret-coret##

Sekarang sudah memasuki pertengahan diujung tahun.. Tahun kepergian mu akan segera berlalu. Membuka lembaran baru ditahun yang baru namun semua kisah tentang mu taakan tergantikan dengan yang baru. 

Kau akan selalu menjadi sosok yang aku banggakan. Yang akan selalu aku kenang, sosok yang akan aku ceritakan kepada pendamping hidupku kelak dan kepada anak-anak ku, bercerita dengan penuh senyuman dan rasa haru bercampur kenangan. 

Ada hal yang benar-benar aku ingat tentang mu. Ketika kau meminta ku untuk mengantarkan mu, pada saat itu cuaca sudah mulai mendung namun kau masih meminta ku untuk mengantarkan. 

Dipertengahan perjalanan hujan pun turun dengan begitu derasnya. Aku berhenti di pinggir masjid lalu kau bertanya mengapa? Tanpa aku berbicara aku langsung mengeluarkan jas hujan dari bagasi motor, langsung aku pakaikan tanpa memikirkan aku yang sudah basah kuyup. 

Aku langsung melanjutkan perjalanan, namun hujan tak mau reda masih saja turun, kau menepuk punggung ku memberikan kode, agar aku berhenti mencari tempat untuk berteduh. 

Akupun langsung berhenti di sebuah saung, aku biarkan dia duduk, aku perhatikan sambil melihat kebeberapa arah, rambut yang mulai memutih ia tutupi dengan topi coklat kesukaan nya, aku lihat dia begitu kedinginan dia mengigil aku melihat kelintingan celana bahan yang ia kenakan, dan kaki yang sudah mulai keriput ingin rasanya aku memeluk dan berbisik aku menyayangimu Ayah. Tanpa aku sadar ternyata kau sudah begitu tua dan rentan. 

Hujan seketika reda dia membuka jas hujannya dan memberikan nya kepadaku untuk aku lipat dan menyimpannya. 

Dia langsung mengajakku untuk melanjutkan perjalanan, aku sangat menghawatirkan keadaannya dengan kecepatan pelan aku melanjutkan perjalanan. 

Masih banyak cerita yang membuat ku tersenyum seketika mengingat nya, kamu Ayah pahlawan ku pahlawan untuk anak-anak mu Super hero untuk ibu dan keluarga mu. 

Aku mencintaimu : ) 

Hujan, senja dan kamu.. 

Dulu kau selalu menjadi inspirasi disetiap tulisan, hingga pada akhirnya sekarang atau nanti kau akan menjadi sebuah kenangan. 

Kenangan yang akan menghadirkan senyuman. 

Keadaan bisa saja mengajakku berbalik arah. 

Namun berjanji untuk selalu ada aku sudah tak mampu. 

Ada perasaan yang tak bisa ku jelaskan.

Ada kesalahan yang harus aku perbaiki, dan itu akan membutuhkan waktu yang panjang. 

Maaf jika suatu hari aku hilang tanpa kabar.  

Hilang dari semua pesanmu hilang dari setiap panggilan telepon mu. 

Walau pada akhirnya kau masih bisa melihat ku berkeliaran dihadapanmu. 

Dan aku masih bisa melihatmu, melihat senyuman mu, melihat tawamu dan bisa melihatmu bahagia bersama yang lain.

Sejauh apapun kau dan aku nantinya kau masih pemilik rindu ini.. 

Sajak Liar 

Kali ini aku kalah dengan situasi

Situasi yang membuatku gerah, 

Tak ada lagi senyuman cerah

Ketika kita saling menyapa. 

… 

Kali ini aku kalah dengan dia, 

Yang bisa memberi perhatian untuk mu, 

Mengingatkan agar kau beristirahat, 

Menyiapkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. 

… 

Kali ini aku kalah dengan sikapnya. 

Dengan dia yang selalu ada waktu untukmu

Setiap hari kau disibukkan dengan kirim pesan dengannya, 

Untuk mencari obrolan hangat

Yang tak pernah kau dapat dari sebelumnya. 

… 

Kali ini aku kalah, memang aku kalah, 

Menghubungi mu saja rasanya sudah canggung bagiku. 

Ingin menceritakan keluh,, 

Kesah yang sudah lama kusimpan, 

Diamnya aku bukan berarti baik-baik saja, 

Aku hanya ingin kau menatpku dan merasakan, 

Namun takut dengan adanya dia yang selalu ada, 

Sedang kau selalu saja menceritakan sosoknya. 

… 

Aku kalah, 

Aku rebah dan rubuh bersama pikiran yang kumuh, bercerita dengan sepinya malam. 

Memastikan diri agar selalu bisa dekat dengan dirimu, 

Namun aku pasrah.. 

Aku kalah dengan begini adanya mungkin lebih berfaedah. 

 #SajakLiar 

Pengalaman Mencari Tahu Biografi Filsuf Islam “Ibnu Maskawaih”

Assalamu’alaikum Wr. Wb ..

Segala puji bagi Allah SWT semoga kita termasuk golongan orang-orang beruntung yang akan menikmati indah nya syurga. Aamin. Dan sholawat berserta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ya baiklah kembali lagi bersama saya Sinta Mustika dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Ialam (PMI) semester tiga, untuk kali saya akan bercerita atau menceritakan tentang pengalaman saya mencari tahu biografi filsuf Islam yaitu Ibnu Maskawaih atau nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya’qub bin Maskawaih. sebagai tugas kuliah Ujuan Akhir Semester (UAS) Mata kuliah FILSAFAT ISLAM.

Selamat membaca dan menyimak kawan-kawan semua ..

Untuk hari pertama saya mencari ke perpustakaan fakultas beberapa jam saya habiskan diperpustakaan sambilan mengerjakan tugas UAS yang lainnya, kitab demi kitab saya buka dan kemudian saya baca namun tidak saya temukan biografi Ibnu Maskawaih sampai jam membaca di perpustakan habis saya belum juga mendapatkan biografi Ibnu Maskawaih, keesokan harinya saya kembali mencaritahu masih di perpustakaan fakultas karena hari kemarin belum saya baca semua kitab-kitab tentang filsuf di perpustakaan tersebut. Berjam-jam saya kembali menghabiskan waktu diperpustakaan masih saja tidak ditemukan biografi tentang Ibnu Maskawaih, waktu membaca lagi-lagi kembali habis saya langsung bergegas untuk pulang.

Hari sudah berganti lagi pagi-pagi suda berangkat ke kampus karena ada janji untuk mengerjakan tugas kelompok setelah mengerjakan tugas selesai saya langsung memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kampus saya selalu memutuskan untuk pergi sendiri karena jika bersama teman-teman pasti yang ada hanya bercandaan dan ngobrol tak karuan sehingga tugaspun dilupakan. Oleh karena itu saya biasanya sendirian saja pergi ke perpustakaan sudah kaya jomblo saja,, ya memang kenyataannya seperti itu haha… setiba diperpustakaan saya langsung bergegas untuk mencari biografi Ibnu Maskawaih kitab demi kitab saya cari sambil mencari buku filsafat yang lainnya siapa tahu ada juga, saya kumpulkan dahulu buku dan beberapa kitab setelah itu saya baca halaman demi halaman tidak lupa untuk melihat daftar isi agar mudah mencarinya. Belum juga dibaca semua Hp saya berbunyi panggilan ada panggilan masuk dari teman kelompok saya hampir lupa kalau ada janji, kebetulan juga perpustakaan juga akan ditutup karena sudah waktunya jam istirahat. Saya langsung merapihkan buku-buku yang tadi saya baca karena tidak mungkin saya meminjam buku sebanyak itu dan tidak mungkin juga saya membaca semuanya sementara tugas numpuk dimana-mana kemudian saya simpan saja dibagian rak paling pojok agar bisa saya baca besok harinya. Setelah dari perpustakaan saya sholat dan kembali mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman, berharap masih ada waktu untuk kembali ke perpustakaan lagi untuk melanjutkan mencari biografi tentang Ibnu Maskawaih ternyata tanpa sadar keasyikan mengerjakan tugas kelompok ketika melihat jam sudah pukul empat sore sedangkan perpstakaan kampus tutup jam tiga sore, lagi-lagi saya tidak bisa menemukan biografi tentang Ibnu Maskawaih dengan cepat ternyata tidak semudah yang saya bayangkan waktu sudah banyak yang saya lewatkan karena berfikiran akan mudah mendapatkan informasi atau biografi seorang filsuf Muslim. 

Hari ke tiga saya mencari biografi beliau semoga diberi kemudahan hal itu yang selalu saya ucapkan,  pukul 09.00 saya sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena Minggu ini sudah tidak ada mata kuliah yang dikelaskan jadi saya bisa dengan tenang mencari informasi tentang Ibnu Maskawaih dan lagi-lagi perpustakaan kampus menjadi sasaran utama ketika datang ke kampus, tanpa pikir panjang lagi langsung menuju perpustakaan dan mengambil buku yang sudah saya rapihkan kemarin dengan rasa semangat saya mengambil buku-buku itu teryata semua bukunya tidak ada disitu, buku-buku itu sudah dirapihkan oleh pegawai perpustakaan dan lagi-lagi saya harus mencarinya haduh pekerjaan dua kali ucap dalam hati.

Berdiam diri sejenak lalu mengeluarkan Hp dari saku celana, saya langsung menghubungi sebagian teman saya untuk meminta tolong jika ada yang menemukan biografi tentang Ibnu Maskawaih tolong segera kabari saya. Ternyata teman-teman saya juga belum ada yang berhasil mendapatkan informasi atau biografi tentang filsuf yang mereka ambil sebagai tugas ujian akhir semester mata kuliah filsafat Islam. Setelah mematikan Hp dan kembali menelusuri satu demi satu buku-buku filsafat yang ada di perpustakaan kampus. Kembali terkumpul beberapa buku mulai untuk membaca dengan sungguh-sungguh, serius hanya ketika ada tugas saja saya rajin berada di perpustakaan kalau hari-hari biasa dan sedang tidak ada tugas boro-boro ingat dan mau  pergi ke perpustakaan hanya lewat-lewat saja. Sudah hampir dua jam di perpustakaan masih saja tidak ditemukan sungguh nasib dari kemarin gak dapat aja, rasa lelah pun sudah mulai menghampiri saat itu juga saya langsung memutuskan untuk pergi meninggalkan perpustakaan tersebut. Perlahan menuruni anak tangga sambil memainkan Hp liat-liat group siapa tahu ada teman yang sudah saya bisa bertanya tentang biografi Ibnu Maskawaih. Mengambil tas dari rak penyimpanan lalu langsung pergi menemui beberapa teman yang sedang mengerjakan tugas di depan ruang kelas. Tak terasa sudah masuk waktu sholat dzuhur sudah siap-siap untuk kembali pulang ke kostan tiba-tiba datang teman yang mengajak kerja kelompok lagi padahal saat itu saya buru-buru buat pulang biar bisa tidur siang haha.. eh tapi udah diajak kerja kelompok lagi aja jadi gak bisa ada alasan untuk menolaknya sudahlah selesai sholat langsung bergelut lagi dengan tugas kelompok yang gak kelar-kelar itu.
Memasuki hari ke empat mulai ada rasa ngeluh haha biasa anak Mahasiswa kadang semangatnya naik turun udah kaya timbangan aja. Dari situ saya mulai ngajak beberapa teman untuk nyari biografi filsuf biar gak kelihatan jomblo bangetnya dan biar ada teman ngobrol juga karena membaca buku pelajaran sendirian itu gak enak kecuali baca komik iya aja sendirian juga. Hari itu saya dan teman-teman memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kota berhubung dekat dari kampus jadi kita langsung aja berangkat menuju puskot untuk mencari tahu biografi filsuf masing-masing. Seperti biasa hal yang selalu saya khawatirkan kalau mencari bareng teman-teman cari bukunya 10 menit dan ujung-ujungnya adalah ngobrol sambil nongkrong sudahlah ini mah gak bakal bener tapi mencoba dinikmati saja karena pada saatnya tugas akan selesai dengan sendirinya sistem kebut semalam pun jadi jika sudah benar-benar mendesak jadi tenang aja pasti selesai. Waktu semakin sore kita memutuskan untuk pulang alhasil hari gak dapat satu bukupun untuk tugas filsafat Islam cukup tepuk jidat saja haha masih ada hari esok untuk kembali ke puskot semoga ada dan diusahakan untuk pergi sendirian saja karena mungkin itu jauh lebih baik walaupun membosankan tapi harus tetap semangat demi sebuah nilai haha.

Hari kelima lagi aja tapi masih belum ketemu buku tentang Ibnu Maskawaih rasanya pengen teriak haha kalau udah begini tugas yang A, B belum selesai sudah ada tugas baru lagi memang terkadang pengen protes tapi ini sudah kewajiban sebagai mahasiswa bagaimanapun ini semua adalah pelajaran hidup kita untuk kedepannya. Semangat-semangat wkwk sambil kembali datang ke puskot beberapa jam disana sambil membaca-baca buku filsafat masih saja tidak saya temukan tentang biografi Ibnu Maskawaih sudah bingung harus cari kemana lagi sedangkan waktu pengumpulan tugas tinggal beberapa hari lagi kayaknya harus bener-bener fokus dalam mencari biografi tentang Ibnu Maskawaih harus benar-benar mencari buku dengan teliti masa iya gak ada buku tentang filsuf-filsuf Islam di perpustakaan kan gak mungkin. Jam sudah menunjukan jam 1 siang kaki ini kembali melangkah mencoba mencari ke perpustakaan kampus lagi dan sambil Tanya-tanya ke teman-teman semoga saja ada yang pernah melihat atau pernah membacanya. Sambil melihat lihat beberapa buku filsafat saya melihat teman kelas dia juga sedang mencari buku filsafat saya langsung menghampirinya ingin bertanya siapa tahu dia melihat buku filsafat yang saya cari-cari, alhasil ternyata sama saja dia juga sudah lelah dan sudah kebingungan mencari tahu tentang filsuf Islam. Senja sudah mulai terlihat saya pun langsung pulang ke kostan untu istirahat karena badan ini rasanya sangat lelah setelah beberapa jam tadi mencari tahu tentang biografi Ibnu Maskawaih, akan saya lanjutkan di hari esok lagi selagi masih ada waktu harus tetap semangat ngeluhnya di kesampingkan dulu walau sejujurnya memang sudah lelah apalagi melihat teman-teman di jurusan lain sudah selesai UAS dan tinggal menghabiskan liburan di rumah tapi saya masih saja bergelut dengan sebuah tugas, kadang disitu saya merasa sedih wkwk.. ah sudahlah mending pulang ke kostan dari tadi hanya ngedumel sendiri saja nanti di sangka gila aja.

Malam sudah berganti pagi lagi tanpa sadar ini sudah masuk hari ke enam dalam mencari biografi Ibnu Maskawaih Masyaallah ini saya nya yang gak sungguh-sungguh apa memang biografi tersebut tidak ada disini. Hari ini saya berpikiran untuk pergi ke perpustakaan daerah meskipun jaraknya lumayan jauh dari kampus harus naik angkot dulu yaudahlah saya putuskan untuk pergi kesana saja karena ini adalah kesempatan terakhir saya semua tempat sudah saya kunjungi hanya tinggal pusda yang belum, beberapa menit berada diperjalanan akhirnya saya sampai di perpustakaan daerah saya langung mengisi daftar pengunjung menaruh tas di tempat penyimpanan dan bergegas mencari buku-buku atau kitab-kitab yang berkaitan dengan filsafat Islam, dari sekian banyak buku nyatanya masih saja saya tidak menemukannya sejujurnya saya paling pusing kalau sudah mencari buku diperpustakaan walaupun disana ada komputer untuk mempermudah kita untuk mencari buku yang kita butuhkan tapi saya tetap saja merasa kesulitan karena buku-buku disana tidak beraturan dan berantakan sehingga membuat kita sulit menemukan buku-buku yang dibutuhkan, waktu duhur sudah tiba dan perpustakaan tutup karena waktunya istirahat akan dibuka lagi pada pukul 1 siang, saya melaksnakan sholat lalu bermain Hp sambil menunggu perpustakaan dibuka kembali. 

Akhirnya jam sudah menunjukan pukul 1 saya lansung turun dari mushola untuk kembali mencari bukunya berharap ada karena ini sudah tidak ada waktu lagi, beberapa jam saya habiskan watku diperpustakaan sampai rasa kesal menghampiri semua buku saya letakan kembali ke rak-rak bagian buku filsafat saya sudah mulai bosan dan pusing karena terlalu lama membaca buku, berdiam diri sejenak sambil memainkan Hp tak terasa hari sudah menunjukan pukul 4 sore saya langsung bergegas pulang dari perpustakaan. Karena tubuh pun butuh istirahat rasanya sudah penat dengan semua tugas ini haha… Pulang dan naik angkot tanpa sedikitpun memikirkan tugas tentang biografi Ibnu Maskawaih. Setibanya dikostan setelah selesai sholat namun saya kembali merenung memikirkan tugas filsafat Islam ini sedangkan semua perpustakaan sudah saya kunjungi namu tidak ada tentang biografi Ibnu Maskawaih, akhirnya saya mengambil jalan pintas dan tidak ingin kepikiran lagi tentang tugas akhirnya saya dengan otodidaknya searching di google dan inilah hasil yang saya dapatkan tentang biografi filsuf Islam yaitu Ibnu Maskawaih. 

Biografi Ibnu Maskawaih

Nama lengkap Ibnu Maskawaih adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya’qub bin Maskawaih. Ia lahir di Rayy (Teheran, ibu kota Republik Islam Iran sekarang) pada tahun 320 H/932 M dan wafat pada usia lanjut di Isfahan pada tanggal 9 Shafar 421 H/16 Pebruari 1030 M. Ibnu Maskawaih hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaihi di Baghdad(320-450 H/ 932-1062 M) yang sebagian besar pemukanya bermazhab Syi’ah.

Puncak prestasi kekuasaan Bani Buwaih adalah pada masa ‘Adhud Al-Daulah yang berkuasa tahun 367-372 H, perhatiannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kesusastraan amat besar, sehingga pada masa ini Maskawaih memperoleh kepercayaan untuk menjadi bendaharawan ‘Adhud Al-Daulah dan pada masa ini jugalah Maskawaih muncul sebagai seorang filosof, tabib, ilmuwan dan pujangga. Tetapi keberhasilan politik dan kemajuan ilmu pengetahuan pada masa itu tidak dibarengi dengan ketinggian akhlak, bahkan dilanda kemerosotan akhlak secara umum, baik dikalangan elite, menengah, dan bawah. Tampaknya hal inilah yang memotivasi Maskawaih untuk memusatkan perhatiannya pada etika Islam.

            Pada zaman raja ‘Adhudiddaulah, Ibu Maskawaih juga mendapat kepercayaan besar dari raja karena diangkat sebagai penjaga (khazin) perpustakaannya yang besar, disamping sebagai penyimpan rahasianya dan utusannya ke pihak-pihak yang diperlukan.

B.     Riwayat Pendidikan Maskawaih

Dari segi latar belakang pendidikannya tidak dijumpai data sejarah yang rinci. Namun dijumpai keterangan, bahwa ia mempelajari sejarah dari Abu Bakar Ahmad Ibn Kamil al-Qadhi, mempelajari filasafat dari Ibn al-Akhmar, dan mempelajari kimia dari Abu Tayyib.[3] Karena leahliannya daam berbagai ilmu, Iqbal mengelompokkannya sebagai seorang pemikir, moralis, dan sejarawan Parsi paling terkenal.[4] Ibnu Maskawaih lebih terkenal dalam bidang filsafat dibandingkan dengan ilmu yang lain, apalagi karya beliau yang sangat terkenal adalah tentang pendidikan dan akhlak. Sehingga beliau lebih banyak menghabiskan waktunya untuk memikir dan belajar secara otodidak tanpa harus berguru kepada yang ahlinya.

Dalam bidang  pekerjaan Ibn Miskawaih adalah bendaharawan, sekretaris,  pustakawan, dan  pendidik anak para pemuka dinasti Buwahi. Selain akrab dengan  penguasa, ia juga banyak bergaul dengan ilmuan seperti Abu Hayyan  at-Tauhidi, Yahya Ibn  ‘Adi dan Ibn Sina. Selain itu Ibnu Miskawaih juga dikenal sebagai sejarawan  besar  yang  kemasyhurannya melebihi  para pendahulunya, at-Thabari (w. 310 H./ 923 M.)  selanjutnya  juga  ia dikenal sebagai dokter, penyair dan ahli bahasa. Keahlian Ibn Miskawaih dalam berbagai bidang ilmu tersebut antara lain dibuktikan dengan karya tulisnya berupa buku dan artikel.

Ibnu Maskawaih seorang yang tekun dalam melakukan percobaan-percoabaan unuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Selain itu beliau dipercayakan oleh penguasa untuk mengajari dan mendidik anak-anak penjebat pemerintah, hal ini tentu menunjukkan bahwa ibnu maskawaih dikenal keilmuannya oleh masyarakat luas ketika itu.

Ibnu Miskawaih juga digelari Guru ketiga ( al-Mualimin al-Tsalits ) setelah al-Farabi yang digelari guru kedua ( al-Mualimin al-Tsani) sedangkan yang dianggap guru pertama (al-Mualimin al-Awwal ) adalah Aristoteles. Sebagai Bapak Etika Islam, beliau telah merumuskan dasar-dasar etika dalam kitabnya Tahdzib al-Akhlak wa Tathir al-A’raq (pendidikan budi dan pembersihan akhlak). Sementara itu sumber filsafat etika Ibnu Miskawaih berasal dari filasafat Yunani, peradaban Persia, ajaran Syariat Islam, dan pengalaman pribadi.[6] Ibnu Maskawaih adalah seoarang teoritis dalam hal-hal akhlaq artinya ia telah mengupas filsafat akhlaqiyah secara analisa pengetahuan. Ini tidaklah berarti bahwa Ibnu Maskawaih tidak berakhlaq, hanya saja persoalannya ditinjau dari segi pengetahuan semata-mata.

C.    Hasil karya Ibnu Maskawaih 

Ibn Miskawaiah selain dikenal sebagai pemikir (filosuf), ia juga sebagai penulis produktif. Dalam buku The History of the Muslim Philosophy disebutkan beberapa tulisannya sebagai berikut:

Al Fauz al Akbar

Al Fauz al Asghar

Tajarib al Umam (sebuah sejarah tentang banjir besar yang ia tulis pada tahun   369 H/979 M)

Uns al Farid (Koleksi anekdot, syair, pribahasa, dan kata-kata hikmah)

Tartib al Sa`adat (tentang akhlak dan politik)

Al Mustaufa (tentang syair-syair pilihan)

Jawidan Khirad (koleksi ungkapan bijak)

Al Jami`

Al Siyab

Kitab al Ashriba

Tahzib al Aklaq

Risalat fi al Lazzat wa al Alam fi Jauhar al Nafs

Ajwibat wa As`ilat fi al Nafs wa al `Alaq

Thaharat al Nafs dan lain-lain.[7]

Semua karya Ibn Miskawaih tidak  luput dari kepentingan filsafat dan akhlak. Sehubungan dengan itu Ibnu Miskawaih dikenal sebagai moralis.[8]

D.    Pemikiran Filsafat Ibnu Miskawaih

Sama dengan para tokoh islam yang lain, pemikiran ibnu maskawaih juga sangat bermanfaat untuk manusia pada umunya dan umat Islam pada khususnya. Namun pemikiran beliau adalah:

Metafisika

Ketuhanan

Tuhan menurut Ibnu Maskawaih adalah zat yang tidak berjisim, Azali, dan Pencipta. Tuhan Esa dalam segala aspek. Ia tidak terbagi-bagi dan tidak mengandung kejamakan dan tidak satu pun yang setara dengan-Nya. Ia ada tanpa diadakan dan ada-Nya tidak bergantung kepada yang lain. Sementara yang lain membutuhkan-Nya. Kalau dilihat sekilas pemikiran Ibnu maskawaih ini sama dengan pemikiran Al-kindi.  

Menurut De Boer dalam bukunya Tarikh al-Falsafat fi Islam disana ibnu maskawaih menyatakan, Tuhan adalah zat yang jelas dan zat yang tidak jelas. Dikatakan zat yang jelas bahwa ia adalah yang hak (Benar). Yang benar adalah terang. Dikatakan tidak jelas karena kelemahan akal pikiran kita untuk menangkapnya, disebabkan banyak dinding-dinding atau kendala keberadaan yang menutupi-Nya. Pendapat ini bisa diterima karena wujud manusia berbeda dengan wujud Tuhan.

Emanasi

Sebagaimana Al-farabi, Ibnu Maskawaih juga menganut faham Emanasi yakni Allah menciptakan alam secara pancaran, namun Emanasi nya ini berbeda dengan Emanasi Al Farabi. Menurut nya entitas pertama yang memancarkan dari Allah ialah ‘aql Fa’al’ ( akal aktif ). Akal aktif ini timbullah jiwa dan dengan perantaraan jiwa pula timbullah planet (al-falak). Pancaran yang terus-menerus dari Allah dapat memelihara tatanan alam ini. Andaikan Allah menahan pancaran-Nya, maka akan terhenti kemajuan dalam alam ini.

Dari Akal Aktif ini timbullah jiwa dan dengan perantaraan jiwa pula timbullah planet. Pelimpahan atau pemancaran yang terus menerus dari Allah dapat memelihara tatanan didalam alam ini. Andaikan Allah menahan pancaran-Nya, maka akan berhenti kemaujudan dalam alam ini. Berikut perbedaan emanasi antara Al-Farabi dan Ibnu Maskawaih, yaitu:

Bagi Ibnu Maskawaih, Allah menjadikan alam ini secara pancaran ( emanasi ) dari tiada menjadi ada. Sementara itu, menurut Al-farabi alam dijadiakan Tuhan secara pancaran (emanasi) dari sesuatu atau bahan yang sudah ada menjadi ada.

Bagi Ibnu maskawaih ciptaan Allah yang pertama ialah Akal Aktif. Sementara bagi Al-farabi ciptaan Allah yang pertama ialah Akal pertama dan Akal Aktif adalah akal kesepuluh.

Tentang Kenabian              

Sebagaimana Al-Farabi,Ibnu Miskawaih juga Menginterpretasikan kenabian secara Ilmiah.Usahanya ini dapat memperkecil perbedaan antara nabi dan pilosof dan memperkuat hubungan dan keharmonisan antara akal dan wahyu.Menurut Ibnu Miskawaih,nabi adalah seorang muslim yang memperoleh hakikat hakikat kebenaran  seperti ini juga  diperoleh oleh para pilosof. Perbedaannya hanya terletak pada tehnik memperolehnya.

Tentang Jiwa

Jiwa, menurut Ibnu Miskawaih, adalah jauhar rohani yang tidak hancur  dengan sebab kematian jasad. Ia adalah satu kesatuan  yang tidak dapat terbagi bagi.ia akan hidup selalu ia tidak dapat diraba dengan panca Indra karena ia bukan jism dan bagian dari jisim.jiwa dapat menangkap keberadaan zatnya dan mengetahui keaktivitasnya Ibnu Maskawaih untuk memahami tentang jiwa beliau membedakan antara jiwa dan materi, jiwa sebagaimana dapat dipahami lebih condrong kepada yang tidak dapat ditangkap dan diraba sedangkan materi adalah yang berbentuk dan memiliki berbagai unsur yang dapat diraba, selanjutnya materi dapat dilihat dengan panca indra sebaliknya jiwa manusia itu sendiri artinya jiwa tidak dapat bermateri, sekalipun ia bertempat pada materi, karena materi  hanya menerima satu bentuk dalam waktu tertentu.

Ibn Miskawaih dalam kitab Tahzib al-Akhlaq, menggambarkan bagaimana bahwa jika daya-daya jiwa manusia bekerja secara harmonis dan senantiasa merujuk pada akal dapat melahirkan perbuatan-perbuatan moral yang akan menguntungkan bagi manusia dalam kehidupannya di dunia. Stabilitas fungsi daya-daya jiwa ini pun sangat tergantung pada factor pendidikan yang sedemikian rupa akan membentuk tata hubungan fungsional daya-daya jiwa dalam membuat keputusan-keputusan yang memang diperlukan manusia dalam  merealisasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dan oleh karena penjagaan kerja akal agar selalu berjalan sesuai dengan naturalnya merupakan prasyarat bagi perwujudan nilai-nilai moral, maka pembinaannya merupakan suatu kemestian dalam dunia pendidikan.

Sehubungan dengan kualitas dari tingkatan-tingkatan jiwa yang tiga macam tersebut, Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa jiwa yang rendah atau buruk (al-Nafs al-Bahimiyyah, nafsu kebinatangan) mempunyai sifat-sifat: ujub, sombong, pengolok-olok, penipu dan takabur. Sedangkan jiwa yang cerdas (an-Nafs an-Nathiqah) mempunyai sifat adil, harga diri, berani, pemurah, benar dan cinta.

Dasar-dasar Etika

Ibnu Maskawaih juga digelari sebagai guru yang ketiga sesudah Aristoteles sebagai guru pertama dan Al-Farabi sebagai guru yang kedua. Ibnu Maskawaih dianggap sebagai guru etika salah satunya adalah karangan beliau yang berjudul Tahzibul Akhlak (Pendidikan Budi) yang sudah dipakai oleh para pakar pendidikan agama islam untuk dijadikan teori terutama tentang adab manusia. Sementara itu sumber filsafat etika ibnu Miskawaih berasal dari filsafat Yunani, peradaban Persia, ajaran Syariat Islam, dan pengalaman pribadi. Dalam menjelaskan Etika Islam Menurut Ibn Miskawaiah, akan dijelaskan poin-poin penting yang relevan dengan pembahasan ini.

Pengertian Akhlak

Akhlak menurutnya adalah suatu sikap mental atau keadaan jiwa yang mendorongnya untuk berbuat tanpa pikir dan pertimbangan. Sementara tingkah laku manusia terbagi menjadi dua unsur, yakni unsur watak naluriah dan unsur kebiasaan dan latihan. Ibnu Maskawaih adalah seorang moralis terkenal. Hampir setiap pembahasan akhlak dalam Islam, filsafatnya selalu mendapat perhatian utama. Akhlak adalah jamak dari khuluq yang artinya sikap, tindakan, tindak-tanduk dan sikap, inilah yang akan membentuk sikap kita dan inilah yang bisa dikomentar oleh orang lain berbeda dengan khalq atau ciptaan karena tidak bisa dikomentar dalam artian langsung ciptaan Allah swt semata seperti fisik manusia itu sendiri.

Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluq,

Yang berarti keadaan jiwa yang mengajak atau mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa difikirkan dan diperhitungkan sebelumnya.

Ibn Miskawaih memandang manusia adalah makhluk yang memiliki keistimewaan karena dalam kenyataannya manusia memiliki daya pikir dan manusia juga sebagai mahkluk yang memiliki macam-macam daya. Ibn Miskawaih menonjolkan kelebihan jiwa manusia atas jiwa binatang dengan adanya kekuatan berfikir yang menjadi sumber tingkah laku, yang selalu mengarah kepada kebaikan.

Mengawali pembahasan tentang akhlak ini, Ibn Maskawaih membahas atau memberi beberapa prinsip dasar tentang akhlak, yakni:

Ø   Tujuan ilmu akhlak adalah membawa manusia kepada kesempurnaan. Kesempurnaan manusia terletak pada pemikiran dan amal perbuatan. Yaitu kesempurnaan ilmu dan kesempurnaan amal. Tugas ilmu akhlak terbatas pada sisi amal perbuatan saja, yakni meluruskan akhlak dan mewujudkan kesempurnaan moral seseorang, sehingga tidak ada pertentangan antar berbagai daya dan semua perbuatannya lahir sesuai dengan daya berpikir.

Ø   Kelezatan indrawi hanya sesuai dengan hewan tidak dengan manusia. Bagi manusia kelezatan akali adalah yang lebih sesuai dengan martabatnya sebagai manusia.

Ø   Anak-anak harus di didik sesuai dengan akhlak yang mulia, disesuaikan dengan rencananya dengan urutan daya-daya yang mula-mula lahir padanya. Jadi, dimulai dengan jiwa keinginan, lalu jiwa marah, dan akhirnya jiwa berpikir. Rencana pendidikan juga dimulai dengan adab makan, minum, berpakaian (jiwa keinginan), lalu sifat-sifat berani dan daya tahan (jiwa marah) dan akhirnya sifat bernalar, sehingga akal dapat mendominasi segala tingkahlaku (jiwa pikir).

Kebahagiaan (Sa’adah)

Maskawaih membedakan antara al-khair (kebaikan) dengan al-sa’adah (kebahagiaan). Dimana kebaikan menjadi tujuan semua orang: kebaikan umum bagi seluruh manusia dalam kedudukan sebagai manusia. Sedangkan kebahagiaan adalah kebaikan bagi seseorang, tidak bersifat umum, tetapi relatif tergantung kepada orang per orang.

Pendidikan Akhlak

Dalam karangan-karangan beliau banyak menunjukkan hal-hal yang sifatnya material dalam kontek moral seperti pokok pendidikan akhlaknya ketika mengangkat persoalan-persoalan yang wajib bagi kebutuhan manusia dan jiwa sebagai hal wajib akan menentukan perubahan psikologis ketika terjadi interaksi sesama manusia. Pendidikan moral tidak hanya diperuntukkan sebagai tujuan akademik semata tetapi akan lebih bermamfaat ketika hal-hal yang bersifat subtansial/esensial dipenerapannya dalam hubungan sosial.

Tujuan pendidikan akhlak yang dirumuskan Ibn Miskawaih memang terlihat mengarah kepada terciptanya manusia agar sebagai filosuf. Karena itu Ibn Miskawaih memberikan uraian tentang sejumlah ilmu yang dapat di pelajari agar menjadi seorang filosuf. Ilmu tersebut ialah:

a)       Matematika

b)       Logika dan

c)       Ilmu kealaman

Ilmu pendidikan yang diajarkan Ibn Miskawaih dalam kegiatan pendidikan seharusnya tidak diajarkan semata-mata karena ilmu itu sendiri atau tujuan akademik tetapi  kepada tujuan yang lebih pokok yaitu akhlak yang mulia. Dengan kata lain setiap ilmu membawa misi akhlak yang mulia dan bukan semata-mata ilmu. Semakin banyak dan tinggi ilmu seseorang maka akan semakin tinggi pula akhlaknya.

Terimakasih sudah mampir dan menyempatkan untuk membaca. Sekian semoga bermanfaat kawan-kawan. 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Imajinasiku terkalahkan dan terseret masuk ke duniamu. Namun, aku bahagia 🙂

Tapi ketika. Hujan,, 

Tetesan air menyeru kegelisahan

Sunyi nya menyisahkan kenangan

Bagaimana bisa kenangan hujan hilang sekejap? 

Jikalau rasa masih menyatu dengan hati. 

Dan aku tahu.. 

Karena senja tak pernah memintamu untuk menunggu.
Senja juga mengajarkan, yang indah pasti akan tenggelam🍂
Senja tak pernah sungkan mengajarkan tentang melepas dan keikhlasan🍂

Senja mengajarkan kita bahwa sedikit apapun waktu itu adalah berharga.

Senja mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang berakhir gak selamanya gak indah, karena senja selalu menerima langit apa adanya

Hai, Kau yang datang tiba-tiba serupa hujan yang terbawa angin.

Ini saat dimana kehadiranmu membuatku tersenyum.

Dan pada akhirnya aku harus mengulang suatu masa, dimana merasa diabaikan ketika seseorang menemukan pujaan hatinya. 

Ada hal yang selalu aku takutkan disetiap saat seseorang jatuh cinta. 

Mengapa? Karena disaat seperti itu pasti akan ada yang lebih diprioritas kan. Bukan menyalahkan! Hanya saja itu sebagian besar dari setiap kejadian. 

Seseorang akan lebih menghabiskan waktunya untuk sang pujaan. Sedang sahabat terkadang dikesampingkan. 

Mungkin tak perlu diungkap cukup senyuman menjadi perwakilan. Bahwa harus ada keadilan karena disetiap ada permasalahan siapa yang akan kau tuju duluan. Selain dia yang kau sebut sahabat! 

Namun inilah sebagian besar sifat yang melekat pada diri manusia. Terkadang lupa daratan jika sudah terlalu jauh terbang. 

Namun inilah kehidupan kita harus menerima kenyataan yang terkadang membuat hati terbakar kekesalan. 

Berbahagialah wahai Sang kerinduan aku selalu ada dan akan tetap ada untukmu yang mulai hilang. 

Walapun terkadang ada pikiran untuk meninggalkan ketika sudah diujung kesabaran. 

Namun pikiran yang harus aku abaikan karena akan berujung penyesalan. Sudah cukup kejadian di tahun-tahun lalu aku memilih meninggalkan seseorang yang sampai saat ini masih terpikirkan. 

Aku menyayangimu jangan pernah mencoba untuk berubah hanya karena kamu jatuh cinta.